Teori Pengambilan Keputusan
Hallo teman teman onlineku
disini aku mau sharing aja tentang Teori Pengambilan Keputusan
Semoga Bermanfaat ya teman teman onlineku

1. Pengertian Keputusan
Pengambilan keputusan adalah suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang mengusung pada pemilihan jalur perbuatan antara beberapa pilihan yang tersedia. Definisa lain dari pengambilan keputusan atau decision making yaitu suatu proses pemikiran dalam pemulihan dari beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk mendapatkan hasil atas solusi tentang prediksi kedepan
Adapun pengertian keputusan menurut para ahli :
- Menurut Suharnan 2005
Definisi pengambilan keputusan menurut suharman adalah proses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi-situasi yang tidak pasti.
- Menurut Baron dan Byre 2008
Definisi pengambilan keputusan menurut Baron dan Byrne ialah suatu proses melalui kombinasi individu atau kelompok dan mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan tidankan
- Menurut Simon 1993
Definisi pengambilan keputusan menurut Simon ialah suatu
bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih yang
prosesnya melalui mekanisme tertentu dengan harapan akan menghasilkan suatu
keputusan yang terbaik.
- Menurut Terry 2003
Definisi pengambilan keputusan menurut Terry pemilihan
alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih tindakan untuk memecahkan
masalah yang dihadapi melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif
yang memungkinkan.
- Menurut Wang dan Ruhe 2007
Definisi pengambilan keputusan menurut Wan dan Ruhe ialah
proses yang memilih pilihan yang lebih disukai atau suatu tindakan dari antara
alternatif atas dasar kriteria atau strategi yang diberikan. Definisi pengambilan keputusan menurut Wan dan Ruhe ialah
proses yang memilih pilihan yang lebih disukai atau suatu tindakan dari antara
alternatif atas dasar kriteria atau strategi yang diberikan.
- Menurut Dermawan 2004
Definisi pengambilan keputusan menurut Dermawan ialah suatu
proses yang dipengaruhi oleh banyak kekuatan termasuk lingkungan organisasi dan
pengetahuan, kecakapan dan motivasi. Pengambilan keputusan merupakan ilmu dan
seni pemilihan alternatif solusi atau tindakan dari sejumlah alternatif solusi
dan tindakan yang berguna menyelesaikan masalah.
- Kamus Besar Ilmu Pengetahuan
Definisi pengambilan keputusan menurut Kamus Besar Ilmu
Pengetahuan ialah pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas
kriteria tertentu, proses ini meliputi dua atau lebih, alternatif karena
seandainya hanya ada satu alternatif tidak ada keputusan yang diambil.
2. Definisi Keputusan
Keputusan adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan - kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya. Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat dirasakan rasional dan irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau asumsi lemah. keputusan adalah suatu ketetapan yang diambil oleh organ yang berwenang berdasarkan kewenangan yang ada padanya.
3. Tahap Pengambilan Keputusan
Dalam lingkungan perusahaan, perlu sistematika dalam mengambil keputusan. Sistematika ini perlu supaya pengambilan keputusan dalam korporasi jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lima langkah pengambilan keputusan itu adalah :
1. Identifikasi masalah dan ketidakjelasan (Uncertainties)
Misal untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, kita ingin menaikan harga jual dari produk atau jasa kita. Jika berhasil maka pendapatan akan naik, tetapi jika menyebabkan calon pelanggan tidak mau beli maka malah menurunkan pendapatan
2. Mengumpulkan Informasi
Kita bisa bertanya kepada sales apakah harga baru tersebut dapat diterima calon pelanggan. Lihat juga bagaimana pesaing-pesaing anda mengerjakan pricing. Kita juga perlu mengadakan survei pasar apakah calon pelanggan kita bersedia membeli dengan harga baru tersebut.
3. Membuat Prediksi kemungkinan yang terjadi
Pada tahap ini pikirkan alternatif-alternatif yang mungkin. Silahkan membuat anggaran kenaikan pendapatan dengan harga baru tersebut pada setiap alternatif.
4. Mengambil Keputusan dari alternatif-alternatif yang ada
Silahkan membuat alternatif keputusan termasuk beberapa pilihan harga baru, bisa juga ada pilihan harga lama tetapi spesifikasi dikurangi sehingga mengurangi biaya produksi. Pastikan tidak ada bias dalam pemikiran kita. PAstikan kita mengambil keputusan dengan obyektif dengan pemikiran yang matang silahkan mengambil salah satu alternatif keputusan tersebut.
5. Mengevaluasi hasil terhadap prediksi yang telah dibuat
Bandingkan hasil dengan prediksi yang telah kita buat dan lakukan evaluasi. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah keputusan kita sudah tepat 100%. Jika perlu ada perbaikan-perbaikan, kita dapat memperbaiki langkah-langkah supaya hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan.
4. Pengambilan keputusan dalam berbagai kondisi
1. Kondisi Pasti (Certainty)
Kondisi pasti (certainty) adalah kondisi dimana pihak manajemen atau manajer memiliki informasi yang cukup untuk mengetahui hasl keputusan sebelum keputusan tersebut dibuat. Manajer mengetahui dengan jelas alternatif yang tersedia serta kondisi dan konsekuensi dari tindakan pengambilan keputusan tersebut. Kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan dalam kondisi ini relatif kecil. Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan dalam kondisi pasti ini diantaranya seperti program linear atau analisis jaringan kerja yaitu CPM (Critical Path Method) atau PERT (Project Evalluation and Review Technique)
Kondisi pasti (certainty) adalah kondisi dimana pihak manajemen atau manajer memiliki informasi yang cukup untuk mengetahui hasl keputusan sebelum keputusan tersebut dibuat. Manajer mengetahui dengan jelas alternatif yang tersedia serta kondisi dan konsekuensi dari tindakan pengambilan keputusan tersebut. Kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan dalam kondisi ini relatif kecil. Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan dalam kondisi pasti ini diantaranya seperti program linear atau analisis jaringan kerja yaitu CPM (Critical Path Method) atau PERT (Project Evalluation and Review Technique)
2. Kondisi Risiko (Risk)
Ketika seorang manajer tidak memiliki informasi yang lengkap dalam mengambil suatu keputusan maka timbulah risiko (Risk). Manajer yang bersangkutan mungkin memahami permasalahan yang terjadi dan juga memiliki alternatifnya, namun manajer tidak dapat memastikan apakah alternatif-alternatif yang diberikan tersebut dapat menyelesaikan permaslahan yang terjadi sesuai dengan hasil yang diharapkannya. Dalam situasi risiko ini manajer harus menentukan probabilitas yang terkait dengan setiap alternatif atas dasar informasi yang tersedia dan juga berdasarkan pengalamannya. Teknik yang sering digunakan untuk pengambilan keputusan dalam kondisi Risiko ini teknik probbilitas seperti model keputusan probabilistik, model inventori probabilistik, model antrian probabilistik.
3. Kondisi Tidak Pasti (Uncertainty)
Dibawah kondisi tidak pasti, Keputusan yang diambil penuh dengan ketidakpastian, Probabilitas hasil dari pengambilan keputusan tersebut tidak diketahui. Kondisi tidak pasti ini bisa saja timbul dikarenakan minimnya informasi yang diterima. Manajer yang mengambil keputusan dalam kondisi tidak pasti ini harus membuat asumsi tertentu tentang situasi yang dihadapi untuk memberikan kerangka yang wajar untuk pengambilan keputusan. Intuisi, penilaian dan pengalaman manager tersebut memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengambilan keputusan dalam kondisi yang penuh dengan ketidakpastian ini. Teknik yang digunakan untuk menyelasaikan pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti ini diantaranya seperti Metode Maximax, Metode Maximin, Metode Regret, Metode Regret, Metode Leplace dan Metode Realisme.
5. Perubahan dan pengambilan Keputusan
Dalam proses berlangsungnya suatu keputusan tentu tidak selamanya berlangsung sesuai dengan rencana yang diharapkan. Secara umum dampak perubahan keputusan tersebut dapat dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu :
a. Incremental Changes
Incremental change merupakan dampak perubahan keputusan yang dapat diperkirakan atau ditaksir berapa presentase perubahan yang akan terjadi ke depannya tentu berdasarkan data data yang terjadi di masa lalu (historis)
b. Turbulence Change
Turbulence change merupakan pengambilan keputusan dalam kondisi perubahan yang sulit untuk diperkirakan. Contohnya bencana alam, perubahan kondisi politik, demonstrasi buruh, dan sebagainya. Walaupun data data tersebut ada namun kejadian seperti itu belum tentu memiliki kesamaan kondisi dan situasi seperti dulu. Seperti jatuh dan bergantinya presiden di irak baik sebelum saddam Husein maupun pada saat Saddam Hussein ditangkap atau diturunkan posisinya dari presiden irak secara paksa oleh tentara Amerika dan sekutunya, Perlu kita pahami bahwa data keputusan yang terlalu lama sulit untuk dijadikan sebagai data prediksi ke depan dan jika ke depan terlalu jauh untuk diprediksi maka ketepatan atau tingkat akurat prediksi juga menjadi bagian yang diragukan hasilnya.
Komentar
Posting Komentar