DAMPAK TAHUN POLITIK DAN PERBANDINGAN PEREKONOMIAN ERA SBY DAN JOKOWI




Tahun 2018 yaitu dimulainya tahun politik pasalnya ditahun tersebut indonesia mengadakan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Serentak di 170 daerah di Tanah Air. Namun, perbedaan pergelaraan pesta demokrasi tahun inj sebab penyenggelaraan pilkada berbarengan dengan Pilpres (Pemilihan Presiden) yang dilaksanakan ditahun berikutnya 2019.















Penyelenggaraan pesta demokrasi akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di indonesia terutama dikalangan masyarakat menengah kebawah pasalnya setiap diadakan pilpres sebagian mereka akan diuntungkan karna dari berbagai kandidat akan mengadakan kampanye besar-besaran berupa dengan membagikan sembako, kaos, pesta rakyat dan lain-lain pada kalangan masyarakat menengah kebawah seperti blusukan ke pasar dan desa-desa itu artinya tahun politik membawa dampak positif bagi sebagian kalangan masyarakat. Sebagian kalangan masyarakat menengah kebawah terkadang tidak terlalu mempedulikan siapapun yang menang yang terpenting bagi mereka adalah hidup sejahtera dan siapapun yang menang harus bisa menepati janijinya sesuai visi misi yang sudah diutarakan oleh masing masing kandidat.. "Karna sama saja siapapun yang menang, BBM akan tetap naik, Harga sembako tiap tahunnya selalu ada kenaikan masyarakat seperti kami bisa apa"  Ujar salah satu masyarakat











Berbicara tentang perekonomian era Jokowi saat ini mungkin ada perbedaan dengan era sebelumnya yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimana selama periode kepemimpinannya SBY memang sangat mengutamakan daya beli masyakat. Dilihat dari berbagai bantuan seperti bantuan sosioal, subsidi, dan bantuan langsung tunai digelontorkan kepada masyarakat secara besar-besaran sehingga di era SBY mampu memperbaiki perekonomian indonesia dari sektor daya beli masyarakat yang cukup tinggi, maka dari itu perekonomian di desa lebih baik. saking SBY lebih mementingkan daya beli masyarakat ada yang bilang SBY melupakan pembangunan sektor industri dan infrastruktur. dijaman SBY karna tingkat beli masyarakat tinggi maka banyak masyarakat yang berinvestasi dan mungkin membuka usaha sehingga bisa menekan angka pengangguran di indonesia pasalnya dengan banyaknya lahan pekerjaan di indonesia maka persentase pengangguran di indonesia akan semakin turun. Kita sebagai warga indonesia yang menginginkan indonesia terus maju kita sebagai rakyatnya sendiri harus bisa meningkatkan daya beli di indonesia dengan cara mencintai dan membeli produk produk lokal. 

dijaman jokowi mungkin tingkat daya beli masyarakat menurun dibandingkan dengan era SBY karena di era jokowi lebih banyak membangun infrastruktur, seperti pembangunan Tol dan lain-lain yang hanya bisa dirasakan masyarakat menengah ke atas yang memiliki mobil. maka dari itu pemerintahan jokowi sangat sulit bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebabnya, belanja pemerintah saat ini sebagian besar digelontorkan untuk membangun infrastruktur dan mengurangi belanja sosial. dikarenakan biaya infrastruktur terlalu besar sehingga mengorbankan belanja lain termasuk subsidi akhirnya daya beli masyarakat menurun. Karena infrastruktur dirasa belum berjalan dengan lancar maka ini belum berefek signifikan dalam mengurangi pengangguran indonesia.
Selain itu membangun infrastruktur juga tidak mendatangkan manfaat langsung kepada masyarakat layaknya bantuan langsung tunai (BLT) seperti era sebelumnya. Infrastruktur merupakan fasilitas publik yang manfaatnya baru dirasakan dalam waktu cukup lama. Tetapi pembangunan infrastruktur tak melulu dimaknai sebatas penyediaan fasilitas fisik melainkan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah, pendistribusian logistik dan bantuan pemerintah jadi lebih mudah.

Kedepan Pemerintah harus fokus pada pemerataan ekonomi melalui penguatan sektor UMKM. UMKM perlu diberdayakan untuk menopang perekonomian indonesia. Pemerintah perlu juga memperkuat sektorUMKM melalui pengembangan dan pemberdayaan wirausaha muda. Program seperti ini dirasa lebih nyata untuk membangun ekonomi masyarakat khususnya pemuda. Para pemuda, biasanya lebih memiliki kreatif bahkan lebih bisa membaca kebutuhan pasar.


Ditahun 2019 nanti akan diaselenggarakannya pilpres di indonesia semoga siapapun yang terpilih bisa memajukan perekonomian indonesia menjadi lebih baik lagi.








Komentar

Posting Komentar